Rss Feed Facebook Twitter Google Plus
Nikmatilah setiap detik anda membaca ARTIKEL, PUISI, HUMOR, CEPEN dan yang lainnya, semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin.

post:


Minggu, 05 Januari 2014

Manfaat Teori ONANI bagi Pertumbuhan Kemandirian Masyarakat




Sekali lagi; perlu kita camkan bersama bahwa ketika onani masih kita anggap sebagai hal yang negatif, maka; ketika anda membaca tulisan ini, anda terlebih dahulu membuang makna negatif tersebut dan mengarahkannya kearah makna yang positif, guna menyamakan persepsi agar kita sama-sama mencapai yang sama. Hal ini saya maksudkan sebagai bentuk menghilangkan prasangka buruk terhadap sesuatu yang selama ini kita anggap buruk, namun ketika kita maknai dengan baik, akan menjadi sesuatu yang lebih baik. Dengan catatan bahwa ‘tidak selamanya sesuatu itu buruk, dan tidak selamanya sesuatu itu baik’.

Teori onani didasarkan pada kepuasan seseorang akan sentuhan-sentuhan yang diciptakan melalui berbagai macam keadaan. Ketika onani dianggap sebagai bentuk pelampian untuk mencapai kepuasan diri bukan kelompok, maka dalam hal ini,  kita akan menciptakan makna kepuasan bersama melalui berbagai macam kegiatan yang akan dilakukan. Baik dari tingkat keluarga, kelompok, hingga pada keseluruhan masyarakat Indonesia. dengan demikian, untuk mencapai kepuasaan bersama, tentunya, kita harus memiliki berbagai macam konsep yang matang guna mencapai tujuan yang diinginkan. Konsep tersebut kemudian ditawarkan melalui berbagai macam program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.

Dalam Teori Onani, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan; pertama, semangat; semangat tiada henti sebelum mencapai keberhasilan adalah hal yang tercipta tanpa sadar, keberhasilan yang ada didepan mata mengundang gairah aktivitas yang semakin tinggi. Kedua, kekuatan; tentunya, kekuatan diri adalah sumber keberhasilan dalam melakukan sesuatu, kekuatan fisik maupun kekuatan daya pikir akan menghasilkan semangat aktivitas yang tinggi, sehingga masa depan yang jauh akan semakin merapat.

Ketiga, kondisi; unsur yang ketiga ini adalah unsur krusial yang harus diperhatikan. Kondisi dalam beraktivitas membutuhkan kecerdasan berpikir guna meminimalisir dampak-dampak besar maupun kecil, yang diakibatkan oleh ketidakwaspadaan diri terhadap lingkungan. Dan, Keempat, waktu; waktu yang salah dalam beraktivitas, baik secara perorangan maupun kelompok akan mengakibatkan hasil yang tidak memuaskan, misalnya; menanam padi didaerah yang kering disaat musim panas adalah hal yang mustahil untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, waktu yang tepat adalah keberuntungan yang maksimal.

 Keempat unsur tersebut menjadi pondasi dasar yang harus diperhatikan dalam upaya mencapai kepuasaan (hasil) yang maksimal, semangat, kekuatan, kondisi dan waktu harus dikonsepkan sedemikian rupa, dan bisa menjadi bagan strategi dalam menciptkan ekonomi yang lebih baik. akan tetapi, evaluasi tidak boleh dilupakan, evaluasi menjadi bagian terakhir untuk membangun keberhasilan yang berlangsung secara terus menerus. Tolak ukur keberhasilan harus dibandingkan dengan hasil-hasil yang sudah didapatkan, hal tersebut dilakukan dalam rangka penelitian keberhasilan dan motivasi untuk meningkatkan hasil yang lebih baik lagi.

Tentunya; Pemerintah merupakan salah satu penggerak utama dalam hal ini, karena selain sebagai wakil rakyat, pemerintah juga berkewajiban mengembangkan dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan amanat UU yang ada. pendukung penggerak utama adalah generasi muda, generasi yang memiliki kekuatan dan semangat yang tinggi untuk mengawali kesejahteraan guna kemandirian masyarakat secara utuh.

Read more

Teori Onani: Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat






Onani yang kita kenal selama ini adalah bebau negatif, yakni melampiaskan nafsu dengan memainkan alat kelamin dengan segala cara, baik dilakukan oleh perorangan maupaun lebih untuk mencapai tujuan kepuasaan bersama. Dewasa ini, onani menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh kaum laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan kepuasaan secara sendiri-sendiri. Tidak jarang, tempat-tempat pelampiasan onani diberbagai kota besar diseluruh belahan dunia telah tersedia dan terfasilitasi dengan mewah, guna terciptanya tempat yang nyaman dan aman.

kata Onani dalam istilah bahasa Arab menggunakan kata Istimna yang artinya usaha untuk mengeluarkan sperma atau mani. Menurut keterangan yang ada di Injil, istilah Onani berasal dari nama anak Judas yang bernama Onan. Ia disuruh olah ayahnya untuk menyetubuhi istri kakaknya, karena ia tidak berani dan birahinya telah memuncak sehingga Ia memuskan dirinya dengan mengelurkan sperma dengan tanganya sendiri sehinngga istilah Onani merupakan penisbatan terhadap Onan. Onani merupakan aktifitas extra yang biasa dilakukan oleh kawula muda untuk memenuhi hasrat yang telah terpendam dan tidak mampu untuk disalur secara sah sehingga mengambil cara alternative dengan Onani.

Onani tidak hanya terjadi pada laki-laki saja namun perempuan juga bisa melakukan onani yaitu biasanya dengan mengosok-gosok arena bidril atau klitoris dengan sentuhan erotis sehingga timbulah kenikmatan. Namun intensitas perempuan tidak sebanyak yang biasanya dilakukan oleh laki-laki., Menurut penelitian di Jerman, 99% laki-lakim pernah melkukan Onani. Jika dilihat dari pandangan seksiologi onani merupakan hal yang wajar karena adanya dorongan hormone testosterone yang sedang meluap-luap diumur 17-20-an. Namun dalam pandangan medis ada keuntungan dan kelebihan yang dihasilkan akibat melakukan aktifitas Onani. Sebenarnya menurut ahli seksiologi Onani jika dilakukan secara teratur dan tidak berlebihan seperti satu atau dua kali dalam seminggu dapat mencegah kanker prostat. Namun jika Onani dilakukan dengan secara berlebihan over dosis maka akan menimbulkan resiko pada hari esok.

Akan tetapi dalam kesempatan ini, saya akan mencoba mengolah sedemikian rupa, sesuai dengan apa yang ada dalam benak ku, membalikkan keadaan yang negatif menjadi sebuah pemikiran positif. Memadukan beberapa teori pengembangan dan pemberdayaan yang selama ini diterapkan oleh pemerintah dalam hal kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengawalai tulisan ini, saya akan memberikan gambaran pengertian teori onani dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Teori onani merupakan teori yang menggambarkan sentuhan secara langsung untuk meningkatkan orientasi yang berdasarkan pada nafsu aktivitas masyarakat melalui pengembangan dan pemberdayaan untuk mencapai tujuan secara maksimal dan berlangsung secara terus menerus. Atau, Teori onani adalah suatu aktiviatas masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang layak guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik perorangan maupaun kelompok yang disuport melalui program-program pemberdayaan dan pengembangan, dan berlangsung secara terus menerus.

Dengan berlandaskan pengertian diatas, kita dapat memahami bahwa onani merupakan hal yang dapat dijadikan sebagai teori dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bagian kata onani sendiri memiliki makna yang harus kita pahami secara positif agar tidak mengandung arti negatif yang selama ini menjangkit dipikiran kita.

O = Orientasi, orientasi terdiri dari dua sisi, sisi masyarakat dan sisi pemerintah, orientasi pemerintah dititik beratkan kepada tujuan kesejahteraan masyarakat, orientasi masyarakat adalah hasil dari tujuan tersebut. Jadi orientasi dalam hal ini adalah peninjauan untuk menentukan sikap pemerintah terhadap masyarakat untuk mengenal lebih jauh bagaimana permasalahan sosial yang selama ini menjadi momok yang menakutkan, sehingga tercipta sebuah solusi cerdas untuk mengatasi permasalahan sosial itu sendiri.

N = Nafsu, secara sederhana nafsu adalah dorongan hati yang kuat untuk melakukan hal yang tidak baik, akan tetapi untuk mencegah makna negatif dari tulisan ini agar lebih kepada nilai-nilai positif dalam pengembangan dan pembedayaan, maka nafsu adalah dorongan kemanusiaan untuk menunjukkan sikap amanah yang tinggi dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

A = Aktivitas, tentu saja, aktivitas adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang diprogramkan oleh pemerintah sebagai bentuk ikatan yang kuat antara pemerintah dengan masyarakat (pemegang kebijakan dengan rakyat), aktivitas ini dilandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, amanah, jujur, adil, dan yang lainnya. dengan demikian, aktivitas tidak hanya pada aktivitas pribadi, melainkan pada aktivitas-aktivitas yang bermanfaat untuk meningkatkan kebutuhan hidup sehari-hari.

N = Nilai, secara sederhana, nilai tidak bisa diukur, baik itu nilai kejujuran, nilai keadilan, nilai kemanusiaan, dan nilai-nilai yang lainnya. akan tetapi, Kluckhohn (mulyana, 2004:1)mendefinisikan Nilai adalah konsepsi (tersurat atau tersirat, yang sifatnya membedakan individu atau ciri-ciri kelompok) dari apa yang diinginkan, yang memengaruhi tindakan pilihan terhadap cara, tujuan antar dan tujuan akhir.

 I = Interkoneksi (hubungan satu sama lain), hubungan satu sama lain merupakan sifat sosial masyarakat, masyarakat yang satu dengan masyarakat memiliki hubungan, baik dalam hubungan kemanusiaan, hubungan perdagangan, hubungan budaya, dan hubungan-hubungan yang berlandaskan pada sisi manusia itu sendiri. Pemerintah sebagai mandat rakyat memiliki hubungan yang erat, baik dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan dan pengembangan maupun yang lainnya.

Dengan demikian, onani tidak selama kita tafsirkan bermakna negatif, namun bisa bermakna positif ketika makna itu kita maknai menjadi hal yang positif. Onani bisa menjadi salah satu cara pemerintah untuk mewujudkan masyarakat menjadi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing dalam kancah internasional maupaun kancah nasional, baik itu, petani, nelayan, pengusaha dan yang lainnya. sentuhan-sentuhan secara langsung kepada petani, nelayan, pengemis, pemulung dan permasalahan-permasalahan sosial lainnya melalui program pembedayaan dan pengembangan.

Read more

Kamis, 02 Januari 2014

KALAU SAYA MASIH BOLEH PUNYA HARAPAN




Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk meramaikan apalagi membesar-besarkan makna tahun baru. Sebab, bagi saya hari-hari memiliki nilai yang sama, apa pun namanya, dan di mana pun letaknya, kecuali tentu yang menurut tuntutan Allah dan RasulNya memang memiliki keutamaan. Tulisan ini hanya dimaksudkan untuk mengetuk hati para pemegang amanah di negeri ini untuk menyelamatkan negeri ini dari keadaan salah urus dan salah kelola yang pernah dan masih terjadi di negeri kita tercinta ini, serta dukungan dari kita, rakyat untuk membawa pengembangan dan pembangunan negeri ini ke arah yang benar, ke rel yang semestinya.

Bahwa banyak pemegang amanah negeri ini tidak menepati janjinya untuk mendapatkan jabatannya adalah suatu kenyataan; bahwa banyak pemegang amanah negeri ini tidak melaksanakan visi dan misinya untuk memperoleh kedudukannya adalah fakta; bahwa banyak pemegang amanah negeri ini tidak menjalankan tugas yang diembannya tak dapat dibantah; bahwa banyak pemegang amanah negeri ini tidak peduli kepada tanggung jawab yang dipikulnya tak dapat diingkari; bahwa banyak pemegang amanah negeri ini menyalahgunakan jabatannya tak dapat dibantah lagi.

Alih-alih memajukan dan membangun wilayah yang menjadi wewenangnya, malahan membangun dirinya dan keluarganya. Alih-alih memajukan dan membangun kesejahteraan rakyatnya, malahan memajukian dan membangun kesejahteraanya sendiri dan keluarganya. Alih-alih memberikan peluang kepada rakyatnya untuk memperoleh hak-hak mereka, malahan menutupnya dan memberikannya kepada keluarganya. Alih-alih mwembangun prasarana yang diperlukan untuk pembangunan dan penciptaan iklim yang kondusif bagi kegiatan usaha, malahan meniulep dana-dana ini untuk memperkaya diri dan keluarganya. Dan banyak lagi alih-alih.... Dan malahan-malahan lainnya.

Tentu saja ini bukan rekaan tetapi kenyataan. Masyarakat tidak hanya dapat membaca dan mendengar dari media masa, tetapi juga dapat melihat dari layar kaca. Mereka dapat melihat tidak sedikit anggota DPR, dan DPRD yang tidak hanya tampil di pengadilan tetapi bahkan mendekam di dalam penjara; mereka dapat melihat tidak hanya satu dua kepala deaerah beberapa kali lipat dari itu sudah mendekam di dalam penjara; yang lebih menyedihkan, mereka dapat melihat oknum penegak hukum yang malahan menjadi terhukum, dan, cukup banyak petinggi negeri ini, mantan menteri, bahkan ada juga menteri yang sudah dihukum, sedang menjalani hukuman, dan masih menunggu proses pemeriksaan di KPK. Mereka ini, ini adalah orang-orang yang apes, orang-orang yang ketiban sial, karena diperkirakan masih ada para pejabat, mantan pejabat dengan kejahatan atau lebih halusnya kesalahan yang sama bahkan lebih besar yang belum tersentuh tangan-tangan hukum.

Kenyataan bahwa banyak pemegang amanah negeri ini yang menyalah gunakan kepercayaan rakyat, tidak menafikan keberadaan mereka, para pemegang amanah yang bersih, menghindarkan diri dari percikan noda, bahkan tidak hanya satu, dua yang memiliki kinerja yang membuat rakyatnya menjadi bangga. Kepada mereka kita masih bisa berharap untuk membawa pengelolaan negara dan bangsa ini di jalan yang seharusnya. Kepada mereka kita masih bisa berharap untuk membawa negara dan bangsa ini ke rel yang sesungguhnya. Setidak-tidaknya di sisa-sisa jabatan mereka dapat: (a) kalaupun tidak menghapuskan sama sekali penyimpangan atau penyalahgunaan amanah yang dipercayakan kepada mereka; (b) meletakkan dasar bagi para pemegang amanah berikutnya untuk secara bertahap mengeluarkan negara ini dari ketergantungan kepada negara lain dengan:

(1) jika terpaksa berhutang (debt), hendaknya dapat secara bertahap daapat diperkecil sehingga sampai ke titik nol; (2) secara bertahap melepaskan diri dari kebiasaan meminta pinjaman (loan); dan (3) secara bertahap dapat membebaskan diri dari harapan menerima ssedekah (hibah, grant) dari bangsa lain; dan ini insyaallah akan membawa dampak positif, yaitu (4) kita bisa melepaskan diri dari dikte negara lain, dan (5) tidak selalu menyatakan “yes” kepada negara-negara “yang berjasa memberi pinjaman” sekalipun itu dapat merugakan kepentingan nasional, tetapi dapat dengan kepala tegak menyatakan “no” dan menegakkan harkat dan martabat kita sebagai bangsa; (c) mengoptimalkan berkah, rahmah dan anugerah Allah kepada bangsa ini, seperti pemanfaatan optimal tanah-tanah pertanian, lahan-lahan kering, sumber-daya kelautan dan lain-lainnya; (6) penyerapan kemampuan dan ketrampilan anak-anak kita dalam pengembangan dan pembangunan negeri ini, dengan melakukan pembinaan dan pelatihan sesuai dengan ketrampilan dan keahlian kita.

Sekalipun ini hanya harapan, tetapi mudah-mudahan dapat dipertimbangkan untuk kebaikan kita ke depan. Dan tentu, banyak harapan lainnya dari anak-anak bangsa ini. Mudah-mudahan juga mereka dapat menuangkannya dalam tulisan disertai pula dengan saran perbaaikannya ke depan. Kiranya, ini yang dapat saya sampaikan, dan semoga negara dan bangsa ini dari tahun-tahun ketahun menjadi semakin baik, sehingga pada saatnya para pemegang amanah bersama-sama dengan semua komponen bangsa dapat mewujudkab keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan di negara ini. Dan, semoga para pemegang amanah negeri ini khusnul khatimah dalam mengemban dan melaksanakan amanah rakyat negeri kita tercinta, Indonesia.


Read more

Pagi Yang Ceria






1.    Jangan Menunggu Orang Berlari Baru Memulai.

Rasa malas adalah salah satu penyakit yang harus disembuhkan dari diri kita agar hidup ini lebih berarti dan bermakna, penuh keceriaan dan penuh pengalaman dengan tantangan-tantangan baru dalam perjalanan hidup sehari-hari. Malas menjadi sumber paling utama yang diakibatkan oleh beberapa faktor; putus cinta, masalah keluarga, persahabatan yang amburadul, kebiasaan malas karena sudah melekat, enggak bisa belanja karena enggak ada uang, dan lainnya.

Oleh karena itu, perlu adanya semangat yang kuat didalam diri, yang diiringi dengan berbagai macam aktivitas sesuai dengan keinginan anda guna menjauhkan rasa malas, karena masa depan kita, ada ditangan kita sendiri, bukan orang lain. Apakah anda akan menunggu orang lain sukses baru anda memulai? Jika ‘iya’ maka anda adalah orang yang akan terlindas oleh kesuksesan orang lain. Dan satu hal yang harus kita ingat dan terapkan, seperti yang diungkapkan oleh Abu Ayub Al-Ansari “Berjuanglah baik dalam keadaan senang ataupun susah.”

2.    Jangan Banyak Pertimbangan diatas Kenyakinan yang Kuat.

Selain rasa malas yang menjadi penyakit didalam diri kita, memiliki banyak pertimbangan juga merupakan hal yang paling menakutkan ketika kita merasa nyakin atas konsep atau apa yang akan kita lakukan.  Karena memiliki banyak pertimbangan tidak hanya meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, akan tetapi akan mengacaukan konsep yang matang, bahkan akan membuat kita menjadi ragu dan penuh kewas-wasan terhadap rencana masa depan yang akan kita jalani.

Tentunya, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan ada hal-hal yang harus dijauhi dari pertimbangan-pertimbangan. Seperti yang diungkapkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari “Kebenaran hendaknya disertai keberanian.”

3.    Berlari Bukan Untuk Mendahului, Diam Bukan Untuk Memberikan Peluang.

Masa depan yang cerah adalah harapan setiap manusia, serba berkecukupan menjadi hayalan dan harapan, berdiam diri namun menghasilkan uang adalah mimpi yang indah dan penuh kebahagiaan. Apalagi salah satu sifat yang kita miliki adalah sifat ‘tidak pernah puas’, ingin terus, terus dan terus untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, bahkan dapat satu, ingin mendapatkan yang lain, dan yang lain lagi.

Berlari bukan untuk mendahului bukanlah lari marathon dalam sebuah pertandingan, akan tetapi pengendalian diri agar tidak terjemurus kedalam keinginan yang berlebihan. Mendahului hanyalah semangat untuk meraih masa depan yang cerah agar mendapatkan kehidupan yang layak, yang disertai dengan niat yang tulus. Diam bukan untuk memberikan peluang; setiap orang berlomba-lomba dalam kehiupan ini, mulai dari kesuksesan, politik, artis, dan lainnya. akan tetapi, perlombaan tersebut terkadang menjadi sebuah permusuhan yang berdampak pada kebencian, bahkan pembunuhan.

Tuhan adalah Sang Maha Pengatur dan Maha Bijaksana, manusia tinggal berusaha dan berdo’a agar Tuhan memberikan jalan dan modal untuk meraih masa depan yang lebih baik. berusaha dengan maksimal dan jadilah pesaing yang sabar agar apa yang kita lakukan menjadi berkah, dan mendapatkan keridhoanNya sebagai penguasa alam semesta ini. Jangan menjadi manusia yang iri dan dengki, serta penuh nafsu untuk menjadi yang terhebat, karena hal tersebut hanyalah mengundang kemenangan Syaitan dalam diri kita.

Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat, muah-mudahan kita semua selalu diberi petunjuk dan dibimbing oleh Allah SWT agar kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.


Read more
 

Popular Posts

Data Pengunjung

Putra NTB Menulis (BATUJAI)

Total Tayangan Halaman