Rss Feed Facebook Twitter Google Plus
Nikmatilah setiap detik anda membaca ARTIKEL, PUISI, HUMOR, CEPEN dan yang lainnya, semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin.

post:


Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Januari 2014

Menu Pagi: Menghargai Proses



Sumber Gambar; www.quickmeme.com
 

Manakala hidup tak seperti yang diinginkan, pasrah adalah jawaban dari setiap permasalahan yang ada, menyerahkan segala urusan kepadaNya agar diberikan jalan yang terbaik dari setiap masalah. Akan tetapi, pasrah bukanlah sebuah alasan untuk menyelesaikan hidup tanpa makna, pasrah dalam hal ini adalah ikhlas dalam menerima segala cobaan yang ada, bersyukur akan peringatan Allah SWT. Agar tidak menjadi orang-orang yang tersesat, serta jauh dari nikmat Allah SWT.

Pertanyaan saya;

Sumber Gambar;  chemistrahmah.blogdetik.com


Pasrah bukan berarti dituntut untuk berhenti berjuang, pasrah hanyalah sebuah ungkapan untuk menenagkan diri dari segala cobaan yang ada, karena Islam menganjurkan setiap pemeluknya untuk berserah diri kepadaNya atas segala uji-coba (ujian dan cobaan), karena dibalik kepasrahan ada rahasia Tuhan yang belum diketahui. Rahasian yang akan terungkap ketika hati dan pikiran terus berdo’a untuk mendapatkan petunjuk, sehingga dibalik kepasrahan sejati akan ada kenikmatan yang tak bisa dibeli dengan apa pun.

Pasrah dengan menyerah memiliki perbedaan yang sangat jauh, pasrah belum tentu kalah atau menjadi pecundang, sebaliknya, menyerah sudah pasti kalah dan menjadi pecundang. Dan sebagai manusia sejati, kata pecundang adalah daftar kata yang tidak boleh ada dalam diri. Akan tetapi, terkadang tamu kehidupanlah yang menjadiikan manusia lemah sehingga kalah sebelum bertarung.


 Sumber Gambar; bogmelayusyl.wordpress.com


Menjadi generasi muda yang memiliki semangat tinggi akan perubahan, baik dalam diri sendiri maupun orang lain, tentu tantangan adalah salah satu resiko yang harus dihadapi, karena setiap langkah yang dijalani, ada duri yang siap kapan saja menusuk kaki agar tak mampu berdiri lagi. Selain itu, begitu banyak jalan yang harus kita lewati, lika-liku kehidupan yang menawarkan kesedihan dan kebahagiaan, dan harus menentukan pilihan agar tidak berdiam diri meratapi kesedihan dan kebahagiaan yang dilewati oleh orang lain.

Hidup adalah sebuah tanggungjawab besar tentang setiap langkah yang kita jalani, tentang setiap nafas yang kita hembus, tentang setiap pandangan yang kita lihat, tentang setiap rasa yang kita makan, dan sebagainya. Hidup bukanlah tentang bagaimana menjadi orang kaya atau sukses, namun bagaimana menikmati dan menjani proses untuk menjadi orang kaya atau sukses. Karena ketika hidup hanya bertujuan untuk menjadi orang kaya tanpa menikmati proses yang ada, maka hidup ini seolah-olah robot yang tidak punya jiwa, yang ada hanya kemenangan walau harus menggunakan cara-cara haram.

Oleh karena itu, marilah kita renungi setiap proses yang selama ini kita lewati, menjadikannya sebagai modal untuk mengantarkan kita menjadi orang yang lebih baik lagi dan bijaksana, menjadikan kita menjadi orang yang pasrah namun tetap komitmen dengan tujuan yang kita capai, menjadikan kita menjadi orang yang tangguh, namun tetap menjadi orang yang sederhana, seperti ungkapa bijak “semakin tinggi padi atau semakin berisi, ia semakin merunduk”.


Sumber Gambar; didielife.blogspot.com


Read more

Rabu, 15 Januari 2014

Jeruji Tuhan






Entah berapa manusia terlahir di muka bumi ini setiap hari, membawa visi-misi yang berbeda, dan dengan perjanjian waktu yang berbeda-beda, terlahir dalam agama yang berbeda-beda, serta cara kematian yang berbeda pula. Sehari, seminggu, sebulan, setahun, bahkan sampai pada batas standar pikiran manusia (-/+ 60 tahun) dan terkadang sampai 100 tahun. Ini adalah bukti nyata yak tak tabu, bahkan tidak menjadi pembahasan yang menarik dewasa ini, padahal kematian adalah isu yang menakutkan bagi sebagian besar umat manusia.

Sandra kehidupan adalah bagian yang tak terpikirkan, bahkan kita tak menyadari bahwa pada dasarnya kita adalah tahanan yang dibebaskan oleh Allah SWT di dunia ini dalam rangka menerima uji-coba (ujian dan cobaan). Yang dimulai sejak ditiupkan roh manusia kedalam rahim sang bunda, sampai hembusan nafas terakhir. Sebagai seorang Sandra, tentu harus menerima resiko dan tanggungjawab besar sebagai wujud kepedulian diri terhadap diri sendiri, karena nasib seseorang tidak bisa digantikan oleh siapa pun ketika sudah kembali kepadaNya.

Apakah anda merasa di sandra oleh Tuhan? Pertanyaan sederhana namun masih bisa kita renungkan agar kita memahami dan mengerti untuk apa kita jalan-jalan di muka bumi ini?, dan kepada siapa kita kembali?. Secara sederhana kata ‘sandra atau tahanan’ bukanlah kata yang pas untuk manusia, karena manusia diciptakan bukan untuk di sandra atau di tahan melainkan diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, akan tetapi gambaran pribadi saya bahwa; kita sebagai manusia memiliki batas waktu untuk menjalani hidup ini, sehingga kita harus kembali padaNya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang pernah kita lakukan, baik itu kecil maupun besar.

Sandra atau tahanan kehidupan memiliki makna atau arti yang luas, mulai dari tempat manusia diciptakan (bumi) sampai batas waktu yang sudah ditentukan, baik singkat maupun panjang. Sehingga manusia tidak akan pernah bisa berlari, kemana pun dan sampai kapan pun. Beda halnya dengan Sandra atau tahanan manusia, manusia tidak bisa selamanya di Sandra atau di tahan, karena ada kode atik atau hukum yang menentukan, siapa yang bersalah dan siapa yang tidak salah, yang bersalah di tahan dan yang tidak salah bebas menentukan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Allah SWT. Menyandra atau menahan semua manusia dengan memberikan kebebasan untuk berekspresi sesuai dengan keinginannya, dengan tata cara atau aturan agama yang berlaku, namun memiliki konsekuensi masing-masing.

Pertanyaan sederhana; Apakah manusia bisa berlari dari bumi? Jawabannya ‘ya’, namun apakah setelah berlari bisa menghindar dari kematian? Tentu saja ‘tidak mungkin’. Manusia bisa saja berpindah dari planet satu ke planet lain, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, namun kita semua yakin bahwa manusia tidak akan pernah bisa lari dari kematian; salah satu contohnya; mungkin anda pernah menonton sebuah film barat yang berjudul ‘PROMETHEUS’, cerita singkatnya seperti ini; film ini menceritakan tentang sekumpulan ilmuan hebat yang sedang mencari penciptaannya, yang dibiayai oleh perusahan Weyland, Peter Weyland seorang pemiliki perusahaan mempertanyakan tiga hal, yakni; dari mana kita berasalah? Apa tujuan hidup kita? Dan, apa yang terjadi saat kita mati?. Yang pada akhirnya peter weyland mendapatkan jawabannya dari sepasangan kekasih tentang adanya ‘pencipta manusia’ tapi bukan ‘Tuhan’ yang berada jauh diluar angkasa.

Drs. Holloway dan Shaw, kemudian membawa ilmuan-ilmuan handal untuk membantunya menemukan pencipta manusia (Prometheus), namun apa yang mereka yakini tidak menjadi sebuah kenyataan, bahkan mereka menemukan sebuah tempat yang mengerikan, mereka menemukan sebuah kapan besar dan canggih yang siap menghancurkan bumi, mereka dibantai dan bahkan mencoba menabrak kapal tersebut hingga mereka pun terbunuh. Pada kesimpulannya; mereka tidak menemukan ‘pencipta manusia’ melainkan penghancur bumi. Dan Peter Weyland yang antusias ingin abadi pada akhirnya terbunuh, dan mengatakan ‘tidak ada apa-apa disini’.

Walaupun cerita tersebut hanya sebuah karya film, namun pada kenyataannya banyak  manusia yang tidak ber-Tuhan, dan mencari Tuhan-Tuhan baru yang lebih mereka yakini dan mendekati logika mereka, contohnya pada film ‘Jack The Giant Slayer’ sebuah keinginan manusia untuk mencari Tuhan, dengan menggunakan buah yang bisa tumbuh menjadi pohon yang sangat tinggi, namun bukan menemukan Tuhan melainkan menemukan manusia raksasa.

Ketika manusia terlahir dengan keadaan suci (tidak memiliki dosa), lambat laun kata suci itu menjadi pertanyaan sederhana, bahkan banyak orang melupakannya, digadaikan dengan kemewahan dunia tanpa berpikir hidup ini hanya sebatas jalan-jalan sehat yang memiliki garis finis. Garis akhir dari sebuah perjalanan hidup dan menentukan; apakah menjadi pemenang, atau pecundang?.

Dengan demikian bahwa sesungguhnya manusia adalah Sandra atau tahanan Tuhan yang dilahirkan ke muka bumi untuk menjani kehidupan dengan bebas, menuruti perintah Tuhan agar dibebaskan dari siksaan neraka yang amat pedih, atau menjauhi segala bentuk larangan Tuhan agar mendapatkan kebahagiaan akhirat (surga yang Allah SWT janjikan kepada hambaNya). Perihal; sadar atau tidak sadar bahwa manusia itu adalah Sandra atau tahanan Tuhan, tergantung dari sudut pandang mana kita menjalani hidup ini. Namun, inilah sudut pandang saya sebagai hamba Tuhan.
Read more

Minggu, 08 Desember 2013

Hidup adalah Pilihan



Sumber Gambar; fajarsanjaya.wordpress.com 




Hidup adalah sebuah pilihan, tentunya dalam memilih, ada hal-hal yang harus kita perhatikan sebagai motivasi atau vitamin yang akan membuat kita menjadi lebih semangat dalam hidup ini. Sehingga kita bisa mengenal sejauh mana kemampuan kita dalam menghadapi cobaan dari pilihan yang kita buat. Misalnya; apa sih yang tidak bisa kembali atau berulang ketika kita menginginkannya agar terulang…? Jawabannya adalah waktu. Waktu adalah salah satu perkara dalam hidup yang tidak bisa kembali, terus berjalan tanpa bertanya, terus berjalan tanpa menoleh, terus berjalan tanpa berbicara dan terus berjalan tanpa mengajak kita untuk mengikutinya.

Oleh karena itu, kita harus mampu sebisa mungkin untuk tidak tertinggal oleh waktu, jangan biarkan kebiasaan yang buruk, yang tidak berguna sama sekali membungkam kita untuk melakukan hal-hal yang baik, agar waktu bisa bersahabat dengan kita. Selain itu, perkara lain yang harus kita perhatikan adalah perkara yang akan menghancurkan kita, jangan sampai pilihan yang kita buat demi mencapai masa depan yang cerah, dikalahkan dengan waktu yang singkat, perkara tersebut adalah kemarahan dan keangkuhan. Sifat suka marah tidak lain disebabkan karena egois yang terlalu tinggi, membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain. Angkuh, seolah-olah diri sendiri adalah patokan kebenaran.

Perkara yang lain yang harus kita perhatikan adalah perkara yang membentuk watak diri kita, sebuah perkara yang mungkin sudah tidak tabu bagi kita semua, yakni komitmen dan kerja keras. Komitmen adalah salah satu dasar utama dalam menentukan pilihan, jangan sampai pilihan yang kita buat tidak dilandasi oleh komitmen, agar kerja keras yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Kerja keras akan menghasilkan buah yang manis ketika komitmen yang kita miliki tidak bisa diganggu gugat oleh hal-hal lain yang lebih besar dan menarik.

Perkara dalam hidup yang tidak pernah pasti adalah kesuksesan, namun kesuksesan akan kita raih apabila kita memiliki komitmen yang tinggi, pasti atau tidak pasti menjadi urusan belakang, yang penting berusaha dengan sungguh-sungguh, dan berdo’a kepada Allah SWT agar apa yang kita harapkan bisa kita gapai. Karena harapan yang kita miliki adalah perkara yang tidak boleh hilang dalam diri kita. Karena tanpa harapan kita tidak memiliki pilihan yang terbaik, walau kita sudah memilih bahwa kita tidak memiliki harapan. Pernahkah anda mengetahui dimana rezeki anda…? Saya rasa kita semua tidak tahu, dimana, kapan rezeki itu datang pada kita. 

Tentunya perkara-perkara yang terurai diatas, kita tidak boleh melupakan satu hal dalam hidup ini, perkara yang sangat berharga, yakni; cinta dan kebaikan. Kebaikan akan menjadikan kita lapang dalam berjuang, banyak yang akan membantu kita dalam kesulitan, serta banyak yang akan mendukung kita dalam berjuang, sehingga perjuangan akan terasa mudah bagi kita. Namun salah satu yang paling penting dalam perkara hidup ini adalah perkara hidup yang pasti, yakni, tua dan akhirnya meninggal dunia (kematian). Jangan terlau terbuai dengan hidup yang mewah, hidup ini tidak abadi begitu juga dengan pilihan, suatu saat nanti, pilihan itu akan terputus, karena kita sudah tua renta, tak mampu berjalan, tak mampu berjuang disaat kita masih kuat berjuang, sehingga pada akhirnya Tuhan pun akan memanggil kita untuk kembali kepada_Nya.

Dengan kesimpulan bahwa, ketika kita memiliki pilihan, kita harus bersahabat dengan waktu, memperhatikan tantangan yang akan kita hadapi, sehingga kita membutuhkan komitmen yang kuat, karena kepastian akan terwujudnya masa depan atau kesuksesan kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja keras dan selalu berdo’a agar kita diberi petunjuk dalam menghadapi tantangan yang ada. mari kita jadikan hidup ini lebih baik, gunakan kesempatan yang ada, dan jangan lupa akan diri kita sebagai manusia, manusia yang tidak abadi, ada batas waktu yang sudah ditentukan.


Read more

Jumat, 06 Desember 2013

Empat Kebahagiaan Dunia dan Akhirat Versi Khutbah Jum’at





Pertama; suami yang memiliki istri yang sholeh dan sholehah atau istri yang memiliki suami yang sholeh. Dalam hal ini, semua laki-laki dan wanita berharap mendapatkan pasangan yang sholeh. Menjadi imam yang baik serta makmum yang taat terhadap imam. Namun hal ini, kembali kepada konteks diri masing-masing,.

Kedua; memiliki anak yang berbakti. Anak adalah titipan Ilahi yang harus dijaga dan dirawat, sebagai orang tua, tentu memiliki tanggungjawab besar terhadap pendidikan anaknya. Pendidikan yang akan mengajarkannya menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tua.

Ketiga; memiliki tetangga yang sholeh. Dalam kehidupan masyarakat, tentu ada yang padat penduduknya maupun ada yang tidak padat. Yang padat biasanya identik dengan keramian atau keributan dengan segala cara. Hal inilah yang menjadikan manusia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tetangga sebagai penuntun bersama dalam mencapai keridhoan Ilahi agar mendapatkan kebahagiaan. Tetangga yang sholeh akan membawa pada kedamaian secara jiwa dan hati. Sehingga memiliki tetangga yang sholeh adalah karunia tersendiri dalam hidup kita. namun ketingga tetangga tidak sholeh maka akan ada kecanggungan yang akan dirasakan. Kecanggungan yang akan membuat kita merasa risih dengan perbuatan-perbuatan negatif, dimana, perbuatannya tersebut jangan sampai menular dalam kehidupan kita. Namun jangan sampai tetangganya sholeh terus kita yang gak sholeh.

Keempat; memiliki lingkungan yang sehat. Lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih dari berbagai permasalahan. Kerena sudah jelas bahwa, ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’. Namun terkadang begitu banyak permasalahan yang mengakibatkan kehidupan menjadi sumpek dan tidak menyehatkan, sehingga berdampak pada kesehatan, dan fikiran. Oleh karena itu jika lingkungan kita sehat maka kabahagiaan dunia dan akhirat akan kita dapatkan.

__________

Menurut saya; kebahagiaan dunia dan akhirat adalah hal yang paling sulit untuk diterka, terkadang bersih lingkungan, namun hati yang kotor, terkadang kita sebagai iman selalu taat akan perintah Allah, namun terkadang istri yang senin kamis sholatnya, dan terkadang tetangga yang sholeh, namun hanya sebatas diri pribadi, tidak mau berbagi sama orang lain. Kebahagiaan dunia dan akhirat tergantung versi kita masing-masing. Bagaimana menafsirkannya secara universal maupun pada tingkat kesederhanaan. Jujur, amanah, tidak sombong, selalu bersyukur, selalu mampu mengambil hikmah dibalik cobaan, dan yang lainnya adalah hal yang akan membawa pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Ketika banyak yang mengatakan bahwa orang jujur pasti tidak akan bahagia hidup dunia, itu adalah versi mereka, berbeda dengan versi yang kita pegang. Intinya adalah semua tergantung kita bagaimana menjalani hidup ini. Terima kasih.


Read more
 

Popular Posts

Data Pengunjung

Putra NTB Menulis (BATUJAI)

Total Tayangan Halaman