Rss Feed Facebook Twitter Google Plus
Nikmatilah setiap detik anda membaca ARTIKEL, PUISI, HUMOR, CEPEN dan yang lainnya, semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin.

post:


Rabu, 15 Januari 2014

Orang TuaQ PahlawanQ






Dalam hidup ini, semua orang memiliki sosok yang disukai, entah dalam negeri maupun luar negeri. Namun, saya yakin bahwa sesungguhnya seorang anak atau generasi muda, sosok pemimpin sejatinya adalah bapaknya, termasuk saya. Bapak saya adalah seoarang bapak sejati yang tidak pernah memperlihatkan kemarahannya kepadasaya, adik-adik saya, dan kakak-kakak saya. Ketika ada masalah dalam keluarga, beliau lebih baik menghindar diri dan tersenyum sambil mengatakan ‘nanti kita bicarakan masalah ini setelah dalam keadaan tenang’, yang pada akhirnya permasalahan selesai dengan bahagia.

Semenjak kecil, saya dan saudara saya, tidak pernah merasakan pukulan dari tangan beliau, karena prinsip beliau adalah lebih baik mengatasi masalah dengan menghindar ketimbang harus menyelesaikannya dengan kekerasan, apalagi dengan cara memukul anak, sehingga tak ada satu pun dari kami yang berani melawan dan membantah apa yang dikatakan oleh beliau. Wibawanya sebagai seorang bapak begitu melekat tertanam pada diri kami, murah senyum dan sederhana adalah bagian kehidupannya dalam sehari-hari. Salah satu ajaran yang sampai saat ini melekat dalam diri saya adalah arti persahabatan, beliau mengatakan ‘jika kamu punya temen lima, maka harus bertambah menjadi enam atau tujuh. Jangan sampai berkurang, karena ketika sahabat berkurang maka keburukan itu sudah terjadin dalam diri kamu’.

Selain itu, kata-kata beliau yang selalu diucapkan adalah ‘mun endek te kadu ulum jek endekm mak tao bejari (bahasa sasak)’ artinya; ‘jika kepala tidak digunakan untuk berpikir (secara luas), maka jangan berharap untuk mendapatkan kesuksesan’. Sebuah kata-kata yang sederhana namun memiliki makna yang luas, dan hal tersebut saya rasa benar apa adanya. Pikiran adalah raja dalam diri kita, raja yang memerintahkan seluruh anggota badan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan pikiran itu sendiri, contoh sederhana ketika perut lapar. Atau pun berpikirk dalam berbisnis maupun dalam menempuh dunia pendidikan, dan pelaksanannya adalah badan kita sendiri. Oleh karena itu, jika pikiran, kita biasakan hanya berpikir hura-hura saja, maka akan terlihat hasilnya dengan sendirinya, namun jika pikiran diajak untuk berusaha untuk mendapatkan kesuksesan, maka hasilnya juga akan terlihat dengan sendirinya.

Beda lagi dengan ibu saya, ibu yang pemarah namun marahnya bukan karena tidak sayang, melainkan untuk mengajarkan kami menjadi anak yang tegar dan tidak putus asa, mendidik penuh dengan ketegasan, dan tidak pernah mengajarkan kami menjadi anak yang sombong. Dan hal tersebut terbukti pada kakak-kakak saya yang begitu gigih dan tidak pernah putus asa dalam mencari nafkah bersama suaminya. Mereka sudah merasakan bagaimana arti pentingnya ajaran ibu yang keras dan penuh makna, walau kami sering mengartikannya bahwa ibu tidak memiliki kasih sayang kepada kami, namun hal tersebut hanyalah keegoisan kami yang tidak mengerti akan maksud dan tujuan beliau.

Dan kini…, kedua orang tua kami telah banyak memberikan inspirasi dalam hidup kami, terutama dalam mengenal dunia, cara hidup, serta bagaimana memaknai perjalanan hidup agar tidak menjadi sia-sia. Nasehat-nasehatnya akan terus kami bawa sebagai panduan hidup agar tak terjerumus kedalam hidup yang tak bermakna.

terima kasih wahai bapak dan ibu, terima kasih atas kasih sayang yang selama ini engkau berikan kepada kami, nasehat mu akan menjadi nasehat ku pada cucu-cucu mu kelak, agar mengenal sosok kakek dan neneknya yang begitu sederhana namun dapat memberikan kebahagiaan yang luar biasa.
Read more

Jeruji Tuhan






Entah berapa manusia terlahir di muka bumi ini setiap hari, membawa visi-misi yang berbeda, dan dengan perjanjian waktu yang berbeda-beda, terlahir dalam agama yang berbeda-beda, serta cara kematian yang berbeda pula. Sehari, seminggu, sebulan, setahun, bahkan sampai pada batas standar pikiran manusia (-/+ 60 tahun) dan terkadang sampai 100 tahun. Ini adalah bukti nyata yak tak tabu, bahkan tidak menjadi pembahasan yang menarik dewasa ini, padahal kematian adalah isu yang menakutkan bagi sebagian besar umat manusia.

Sandra kehidupan adalah bagian yang tak terpikirkan, bahkan kita tak menyadari bahwa pada dasarnya kita adalah tahanan yang dibebaskan oleh Allah SWT di dunia ini dalam rangka menerima uji-coba (ujian dan cobaan). Yang dimulai sejak ditiupkan roh manusia kedalam rahim sang bunda, sampai hembusan nafas terakhir. Sebagai seorang Sandra, tentu harus menerima resiko dan tanggungjawab besar sebagai wujud kepedulian diri terhadap diri sendiri, karena nasib seseorang tidak bisa digantikan oleh siapa pun ketika sudah kembali kepadaNya.

Apakah anda merasa di sandra oleh Tuhan? Pertanyaan sederhana namun masih bisa kita renungkan agar kita memahami dan mengerti untuk apa kita jalan-jalan di muka bumi ini?, dan kepada siapa kita kembali?. Secara sederhana kata ‘sandra atau tahanan’ bukanlah kata yang pas untuk manusia, karena manusia diciptakan bukan untuk di sandra atau di tahan melainkan diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, akan tetapi gambaran pribadi saya bahwa; kita sebagai manusia memiliki batas waktu untuk menjalani hidup ini, sehingga kita harus kembali padaNya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang pernah kita lakukan, baik itu kecil maupun besar.

Sandra atau tahanan kehidupan memiliki makna atau arti yang luas, mulai dari tempat manusia diciptakan (bumi) sampai batas waktu yang sudah ditentukan, baik singkat maupun panjang. Sehingga manusia tidak akan pernah bisa berlari, kemana pun dan sampai kapan pun. Beda halnya dengan Sandra atau tahanan manusia, manusia tidak bisa selamanya di Sandra atau di tahan, karena ada kode atik atau hukum yang menentukan, siapa yang bersalah dan siapa yang tidak salah, yang bersalah di tahan dan yang tidak salah bebas menentukan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Allah SWT. Menyandra atau menahan semua manusia dengan memberikan kebebasan untuk berekspresi sesuai dengan keinginannya, dengan tata cara atau aturan agama yang berlaku, namun memiliki konsekuensi masing-masing.

Pertanyaan sederhana; Apakah manusia bisa berlari dari bumi? Jawabannya ‘ya’, namun apakah setelah berlari bisa menghindar dari kematian? Tentu saja ‘tidak mungkin’. Manusia bisa saja berpindah dari planet satu ke planet lain, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, namun kita semua yakin bahwa manusia tidak akan pernah bisa lari dari kematian; salah satu contohnya; mungkin anda pernah menonton sebuah film barat yang berjudul ‘PROMETHEUS’, cerita singkatnya seperti ini; film ini menceritakan tentang sekumpulan ilmuan hebat yang sedang mencari penciptaannya, yang dibiayai oleh perusahan Weyland, Peter Weyland seorang pemiliki perusahaan mempertanyakan tiga hal, yakni; dari mana kita berasalah? Apa tujuan hidup kita? Dan, apa yang terjadi saat kita mati?. Yang pada akhirnya peter weyland mendapatkan jawabannya dari sepasangan kekasih tentang adanya ‘pencipta manusia’ tapi bukan ‘Tuhan’ yang berada jauh diluar angkasa.

Drs. Holloway dan Shaw, kemudian membawa ilmuan-ilmuan handal untuk membantunya menemukan pencipta manusia (Prometheus), namun apa yang mereka yakini tidak menjadi sebuah kenyataan, bahkan mereka menemukan sebuah tempat yang mengerikan, mereka menemukan sebuah kapan besar dan canggih yang siap menghancurkan bumi, mereka dibantai dan bahkan mencoba menabrak kapal tersebut hingga mereka pun terbunuh. Pada kesimpulannya; mereka tidak menemukan ‘pencipta manusia’ melainkan penghancur bumi. Dan Peter Weyland yang antusias ingin abadi pada akhirnya terbunuh, dan mengatakan ‘tidak ada apa-apa disini’.

Walaupun cerita tersebut hanya sebuah karya film, namun pada kenyataannya banyak  manusia yang tidak ber-Tuhan, dan mencari Tuhan-Tuhan baru yang lebih mereka yakini dan mendekati logika mereka, contohnya pada film ‘Jack The Giant Slayer’ sebuah keinginan manusia untuk mencari Tuhan, dengan menggunakan buah yang bisa tumbuh menjadi pohon yang sangat tinggi, namun bukan menemukan Tuhan melainkan menemukan manusia raksasa.

Ketika manusia terlahir dengan keadaan suci (tidak memiliki dosa), lambat laun kata suci itu menjadi pertanyaan sederhana, bahkan banyak orang melupakannya, digadaikan dengan kemewahan dunia tanpa berpikir hidup ini hanya sebatas jalan-jalan sehat yang memiliki garis finis. Garis akhir dari sebuah perjalanan hidup dan menentukan; apakah menjadi pemenang, atau pecundang?.

Dengan demikian bahwa sesungguhnya manusia adalah Sandra atau tahanan Tuhan yang dilahirkan ke muka bumi untuk menjani kehidupan dengan bebas, menuruti perintah Tuhan agar dibebaskan dari siksaan neraka yang amat pedih, atau menjauhi segala bentuk larangan Tuhan agar mendapatkan kebahagiaan akhirat (surga yang Allah SWT janjikan kepada hambaNya). Perihal; sadar atau tidak sadar bahwa manusia itu adalah Sandra atau tahanan Tuhan, tergantung dari sudut pandang mana kita menjalani hidup ini. Namun, inilah sudut pandang saya sebagai hamba Tuhan.
Read more

Senin, 13 Januari 2014

Panas-Panas Tahi Ayam

Sumber gambar; roragusdo.biz


Berburu masa depan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak semudah teori yang selalu didengung-dengungkan, tidak semua ketika mulut berbicara manis dihadapan orang banyak, bahkan tidak semudah hayalan manis nan indah disaat merenungi diri menjadi orang kaya dengan proses yang mudah. Apalagi dengan isu-isu yang mencengangkan dewasa ini terhadap peluang kerja yang begitu sulit, sehingga banyak terlahir sarjana-sarjana muda korban manisnya pendidikan, yang mewacanakan ijazah adalah salah satu solusi untuk tidak menjadi pengangguran.

Pada dasarnya masa depan terletak pada kemampuan, kegigihan, kekuatan dan komitmen diri, bahkan jiwa yang tidak pernah putus asa akan tantangan berat yang siap menusuk kapan saja dan dimana saja. Akan tetapi, salah satu permasalahan sosial yang melanda semangat generasi muda saat ini adalah sifat sementara yang diakibatkan oleh ketidakpuasan atau tidak sesuai dengan keinginan, alias ‘panas-panas tahi ayam’, pertanyaan saya; apakah anda juga terjangkit dengan hal tersebut? Semoga saja ‘tidak’.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah membutuhkan sesuatu yang bisa merenovasi agar permasalahan (panas-panas tahi ayam) yang kita hadapi tidak menjangkit, misalnya; mengubah kebiasaan diri menuju sesuatu yang berbeda sehingga kebiasaan yang kita lakukan memiliki arah yang jelas dan lebih terarah, meskipun sulit untuk memulai dan meninggalkan pemahaman-pemahaman yang memiliki banyak pertimbangan yang selama ini membuat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan secara maksimal.

Selain itu ‘panas-panas tahi ayam’ adalah penyakit yang tidak disadari, alih-alih intelektual mengatakan ‘semakin banyak pengalam akan semakin banyak keahlian dan pengetahuan’, dan akan semakin menentukan kedewasaan kita terhadap perjalanan hidup ini. Saya rasa itu semua benar dan tidak salah. Akan tetapi perlu kita pikirkan baik-baik bahwa; ada saatnya kita terbang bebas mengelilingi dunia dan ada saatnya kita berkecimpung pada dunia yang mengantarkan kita pada nilai akhir dari sebuah pengalaman, agar waktu yang kita lewati menjadi tidak sia-sia. Mari kita simak ilustrasi dibawah ini;

Ilustrasi ‘panas-panas tahi ayam’; seorang mahasiswa memiliki semangat belajar dan bisnis yang kuat, semangat belajarnya semakin menumbuhkan ilmu pengetahuannya semakin bertambah, bahkan menjadi andalan dosen ketika dalam diskusi kelas. Selain itu, jiwa bisnisnya yang kuat, membuat usaha sederhananya menghasilkan penghasilan yang lumayan, sehingga ia bisa membayar uang kuliahnya dengan hasil kerja kerasnya sendiri, dan tidak lagi minta sama orang tuanya. Akan tetapi karena persaingan yang ketat membuat usahanya semakin merosot yang berdampak pada penghasilannya yang semakin menipis.
Salah satu temennya mencoba mengajaknya untuk beralih pada bisnis yang lebih menguntungkan, karena temennya tersebut merasa bahwa ia memiliki semangat yang tinggi. Pada akhirnya ia pun mengikuti saran temennya tersebut. Lama kelamaan bisnis baru yang dijalani tersebut akhirnya juga tidak karuan dan tidak memperlihatkan keuntungan sesuai dengan perkiraan awal. Kedua bisnis yang ia jalani pun pada akhirnya ia tinggalkan, dan terus mencoba bisnis-bisnis yang lain, namun kenyataan yang ia hadapi, hampir semuanya sama. Akan tetapi apa yang ia hadapi tidak menyurutkan semangatnya  yang menggebu-ngebu.
Namun…, pada akhirnya ia pun kembali lagi ke bisnis awal karena penjelajahannya tentang bisnis-bisnis yang lain membuatnya stress dan tidak memiliki keuntungan sama sekali. ia merasa bahwa bisnis awalnyalah yang bisa memberikan keuntungan, dan ia berusaha menghilangkan rasa keingintahuannya dan menetapkan komitmen pada dirinya agar tidak terpengaruh dengan arus yang indah dan nyaman. Tetapi, karena bisnis awalnya semakin merosot, pada akhirnya komitmen yang ia miliki harus tergadaikan dengan bisiskan surga dunia (keuntungan yang lebih besar), yang pada akhirnya tidak ada satu pun berjalan.

Dari ilustrasi ‘panas-panas tahi ayam’ diatas, tentunya kita bisa mengambil kesimpulan sesuai dengan pemahan yang kita miliki, dan bertanya; apakah anda termasuk kedalam kategori tersebut? Dan menjadikannya sebagai refleksi untuk memulai dan menjadikan komitmen diatas pengaruh bulus yang tidak kita ketahui asal-usulnya. Karena saya dan anda pasti yakin bahwa; masa depan yang lebih baik tidak gampang untuk kita dapatkan, bahkan membutuhkan perjuangan yang keras dalam menghadapi setiap tamu kehidupan yang datang tanpa diundang, dan pergi tanpa diantar. Oleh karena itu, marilah kita wujudkan impain atau cita-cita besar yang diberikan atau dimandatkan oleh orang tua kita, dan buatlah mereka tersenyum bahagia melihat kita duduk pada kenyamanan hidup.


Read more

Masalah...oh...Masalah






By; Rama Ramenk'zz Wijaya


 



Salah satu yang paling menyebalkan terjadi dalam diri kita adalah ‘masalah’, masalah sering membuat kita menjadi kaku, berantakan, stress, pusing, gak ada nafsu, bahkan bisa menyebabkan kematian alias (mati bunuh diri gara-gara masalah). Akan tetapi masalah tidak hanya bak badai sunami yang menghantam dan menerjang dengan ganas, bahkan juga bak listrik yang mengalir dan menerangi kehidupan manusia, tergantung sejauh mana kita memahami masalah tersebut, karena tidak selamanya masalah itu membawa malapetaka bagi saya, anda dan kita semua.

Masalah adalah problem yang datang tak diundang, pergi minta dianter, setelah sampai minta ditemani. Sehingga perlu trik atau strategi untuk mengatasi masalah tersebut, trik dan strategi tersebut tergantung bagaimana anda merencanakannya untuk mengatasi atau melawan agar terlepas dari masalah tersebut. Salah satu yang menyebabkan masalah itu datang adalah ketika anda merasa khawatir, akan tetapi masalah dalam hal ini masih dalam tingkat rendah.

Contoh lain yang menarik adalah ketika anda merasakan asmara tingkat tinggi, apalagi anda adalah seorang pendatang baru dalam dunia asmara, ini akan lebih meningkatkan daya masalah yang tinggi, karena anda tak memahami asmara yang sesungguhnya, sehingga seringkali anda terjebak dan menimbulkan pertengkaran, yang pada akhirnya kandas ditengah jalan.

Kembali lagi pada konteks masalah, apakah kita menginginkan masalah? Jawaban ‘ya’ bisa juga ‘tidak’. Akan tetapi masalah datang secara tidak langsung dan secara langsung, diinginkan dan tidak diinginkan. Apabila kita tidak kuat untuk menjalaninya, maka akan timbul dalam pikiran atau di benak kita sesuatu yang tidak bisa kita lakukan, menjadi bisa kita lakukan, sehingga hal tersebut akan merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

Nah…, salah satu untuk mengatasinya atau lebih tepatnya mengurangi beban atau masalah yang ada adalah kehadiran sosok sahabat atau teman sejati sebagai tempat untuk bercerita dan menemukan jawaban dari msalah yang ada, selain itu keluarga baik itu; ibu, bapak, adek, atau kakak, bisa menjadi penenang sehingga anda atau kita semua harus meluangkan diri untuk bercerita atau mengungkapkan permasalan yang ada dalam diri kita. Dengn harapan bisa memberikan kita semangat atau motivasi demi masa depan yang lebih baik lagi.

Hal yang harus kita sadari adalah Kita semua tidak pernah menginginkan permasalahan datang dalam perjalanan hidup, kita semua pasti menginginkan berjalan mulus sesuai dengan harapan dan kenyataan, tapi itu tidak mungkin karena jika anda berharap masalah tidak akan menimpa setiap orang, maka “minta kepada Tuhan untuk dikembalikan lagi dan jangan pernah untuk jalan-jalan dibumi ini”.
Read more
 

Popular Posts

Data Pengunjung

Putra NTB Menulis (BATUJAI)

Total Tayangan Halaman