Rss Feed Facebook Twitter Google Plus
Nikmatilah setiap detik anda membaca ARTIKEL, PUISI, HUMOR, CEPEN dan yang lainnya, semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin.

post:


Senin, 09 Desember 2013

Mari Tersenyum Bahagia





Berjuang adalah mutiara kalbu dalam hidup. Tanpa ada perjuangan maka hidup ini akan terasa sepi dan membosankan.

Setiap detik perjalanan ini selalu berubah maka jangan takut sebelum detik itu kita lewati.

Hidup bukan berarti kita sedang hidup mungkin saja kita sedang mengalami kematian hidup. Mati bukan berarti mati, malah kita akan menjalani kehidupan dalam kematian.

Jalan yang kita pilih bukan berarti akan menuntun kita kearah masa depan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, bukalah jalan yang lain agar kita tidak mengalami kesulitan jika menemukan jalan buntu.

Membuat cerita mungkin aneh bagi kita, namun setiap perjalanan hidup kita telah terbentuk cerita yang akan di dengar oleh orang lain.

Tak ada kata-kata yang berarti dan bermakna jika aplikasinya tidak pernah dijalankan, NACO (No Action Coment Only).

Tersenyum dan mengambil hikmah adalah solusi yang baik ketika kita sedang mengalami musibah.

Kepergian orang yang kita cintai bukan berarti akan membuat kita sakit untuk selamanya, namun akan mengajari kita untuk sabar dan terus mencari yang terbaik.

Cinta tak bisa di artikan karena cinta bukan objek yang bisa di beri pengertian.

Cinta sejati bukan saja mampu memberi dan menerima namun cinta sejati lebih dari sekedar memberi dan menerima.

Gagal karena mencoba lebih baik dari pada mencoba untuk gagal.

Luka karena cinta bisa saja terobati dengan mudah namun ketika cinta yang dilukai maka kau tak akan pernah merasakan cinta yang sesungguhnya.

Niat yang baik belum tentu dipandang baik oleh orang lain, niat yang buruk pun belum tentu buruk dipandang oleh orang lain.

Tempatkanlah kekuatan diri anda pada tempat yang tepat, jangan sampai menempatkan kekuatan pada tempat yang salah karena itu hanya akan sia-sia.


Read more

Minggu, 08 Desember 2013

Hidup adalah Pilihan



Sumber Gambar; fajarsanjaya.wordpress.com 




Hidup adalah sebuah pilihan, tentunya dalam memilih, ada hal-hal yang harus kita perhatikan sebagai motivasi atau vitamin yang akan membuat kita menjadi lebih semangat dalam hidup ini. Sehingga kita bisa mengenal sejauh mana kemampuan kita dalam menghadapi cobaan dari pilihan yang kita buat. Misalnya; apa sih yang tidak bisa kembali atau berulang ketika kita menginginkannya agar terulang…? Jawabannya adalah waktu. Waktu adalah salah satu perkara dalam hidup yang tidak bisa kembali, terus berjalan tanpa bertanya, terus berjalan tanpa menoleh, terus berjalan tanpa berbicara dan terus berjalan tanpa mengajak kita untuk mengikutinya.

Oleh karena itu, kita harus mampu sebisa mungkin untuk tidak tertinggal oleh waktu, jangan biarkan kebiasaan yang buruk, yang tidak berguna sama sekali membungkam kita untuk melakukan hal-hal yang baik, agar waktu bisa bersahabat dengan kita. Selain itu, perkara lain yang harus kita perhatikan adalah perkara yang akan menghancurkan kita, jangan sampai pilihan yang kita buat demi mencapai masa depan yang cerah, dikalahkan dengan waktu yang singkat, perkara tersebut adalah kemarahan dan keangkuhan. Sifat suka marah tidak lain disebabkan karena egois yang terlalu tinggi, membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain. Angkuh, seolah-olah diri sendiri adalah patokan kebenaran.

Perkara yang lain yang harus kita perhatikan adalah perkara yang membentuk watak diri kita, sebuah perkara yang mungkin sudah tidak tabu bagi kita semua, yakni komitmen dan kerja keras. Komitmen adalah salah satu dasar utama dalam menentukan pilihan, jangan sampai pilihan yang kita buat tidak dilandasi oleh komitmen, agar kerja keras yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Kerja keras akan menghasilkan buah yang manis ketika komitmen yang kita miliki tidak bisa diganggu gugat oleh hal-hal lain yang lebih besar dan menarik.

Perkara dalam hidup yang tidak pernah pasti adalah kesuksesan, namun kesuksesan akan kita raih apabila kita memiliki komitmen yang tinggi, pasti atau tidak pasti menjadi urusan belakang, yang penting berusaha dengan sungguh-sungguh, dan berdo’a kepada Allah SWT agar apa yang kita harapkan bisa kita gapai. Karena harapan yang kita miliki adalah perkara yang tidak boleh hilang dalam diri kita. Karena tanpa harapan kita tidak memiliki pilihan yang terbaik, walau kita sudah memilih bahwa kita tidak memiliki harapan. Pernahkah anda mengetahui dimana rezeki anda…? Saya rasa kita semua tidak tahu, dimana, kapan rezeki itu datang pada kita. 

Tentunya perkara-perkara yang terurai diatas, kita tidak boleh melupakan satu hal dalam hidup ini, perkara yang sangat berharga, yakni; cinta dan kebaikan. Kebaikan akan menjadikan kita lapang dalam berjuang, banyak yang akan membantu kita dalam kesulitan, serta banyak yang akan mendukung kita dalam berjuang, sehingga perjuangan akan terasa mudah bagi kita. Namun salah satu yang paling penting dalam perkara hidup ini adalah perkara hidup yang pasti, yakni, tua dan akhirnya meninggal dunia (kematian). Jangan terlau terbuai dengan hidup yang mewah, hidup ini tidak abadi begitu juga dengan pilihan, suatu saat nanti, pilihan itu akan terputus, karena kita sudah tua renta, tak mampu berjalan, tak mampu berjuang disaat kita masih kuat berjuang, sehingga pada akhirnya Tuhan pun akan memanggil kita untuk kembali kepada_Nya.

Dengan kesimpulan bahwa, ketika kita memiliki pilihan, kita harus bersahabat dengan waktu, memperhatikan tantangan yang akan kita hadapi, sehingga kita membutuhkan komitmen yang kuat, karena kepastian akan terwujudnya masa depan atau kesuksesan kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja keras dan selalu berdo’a agar kita diberi petunjuk dalam menghadapi tantangan yang ada. mari kita jadikan hidup ini lebih baik, gunakan kesempatan yang ada, dan jangan lupa akan diri kita sebagai manusia, manusia yang tidak abadi, ada batas waktu yang sudah ditentukan.


Read more

Antara Nilai dan Ilmu






Pernahkah anda mendengar bahwa mahasiswa ‘akademis’ berkata bahwa nilai itu tidak penting, yang penting adalah ilmu? Saya rasa jawaban anda akan sama dengan saya, yakni; tidak pernah. Bagaimana dengan pertanyaan ini?

Pernahkah anda mendengar bahwa mahasiswa ‘aktivis’ nilai itu tidak penting, yang paling penting adalah ilmu? Jabawan kita mungkin akan sama lagi, bahwa banyak aktivis mengatakan bahwa nilai itu tidak penting.

Untuk memahami mana yang terpenting, mari kita simak ilustrasi sebagai berikut;

Selesai perkuliahan, ada tiga mahasiswa yang asik mengobrol tentang aktivis hari ini, sampai-sampai perdebatan pun berlanjut pada ending saling mempertahankan argumen masing-masing;

A         : Bro…, kok aktivis hari ini, demonya semakin anarkis ya…?
C         : Ente juga kan aktivis bro…, kok ngomong gitu…?
A         : Ya sih bro…, tapi kan, gak begitu juga, kita harus memandang bahwa akademis juga penting. Ente kan juga aktivis bro…!
C         : Makanya itu, saya tidak bisa berkomentar masalah anarkis atau gaknya, karena bagi saya, anarkis juga perlu dilakukan ketika para pemegang kebijakan tidak pro terhadap kepentingan mahasiswa.
B          : Sama-sama aktivis kok saling debat…, kayak gak pernah merasakan seperti itu…!!!
A         : Ah ente ini…, maksud saya, terkadang aktivis tidak memandang bahwa nilai itu penting, mereka memandang ilmu adalah hal yang utama, sehingga kuliah jadi terbengkalai.
B          : Emang, menurut ente nilai itu penting…? Bagi saya, nilai itu gak penting, ilmu adalah segalanya. Coba kita lihat, banyak mahasiswa yang mendapatkan IPK 4,00 namun buta dengan permasalahan yang terjadi di Indonesia ini.
A         : Ya pentinglah bro…, nilai itu sangat penting bagi karir atau masa depan kita, tanpa formalitas apakah bisa menunjang karir kita.? Misalnya; ketika mau wisuda sebagai salah satu langkah terakhir untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, tanpa nilai…, kita gak akan pernah bisa wisuda…! Apakah ente bisa wisuda tanpa nilai…? Dan menjadi seorang sarjana dengan membawa gelar kepada orang tua dan masyarakat…?
B          : Yang jelas bagi saya, ilmu adalah yang paling utama. Nilai itu gak penting. Masalah wisuda bukan hal yang krusial, setelah wisuda pun, apakah kita mampu mengemban amanah…? Atau, bisa-bisa menjadi pengangguran intelktual baru…? Itu kan lebih bahaya lagi bro.
A         : Kalau nilai gak penting menurut ente, terus ilmu adalah hal yang utama. Kenapa ente kuliah…? Kan untuk mendapatkan ilmu, tidak hanya melalui kuliah, dijalanan pun, jika ente mau belajar pasti dapat ilmu. Dan ente sendiri sudah tahu bahwa, ilmu dalam kelas hanya beberapa persen yang bisa didapatkan, pengalaman dan praktislah yang lebih banyak.
B          : Tapi yang menjadi permasalahannya adalah mahasiswa-mahasiswa yang mendapat IPK tinggi, wajar jika 3,89. Ini…, 4,00 bro…, itu kan, pembodohan nyata bagi.
A         : Itu kan permasalahan ente bro, permasalahan IPK tinggi, bukan dipandang dari sudut pandang ente, akan dipandang dari sudut pandangnya mahasiswa yang bersangkutan. Wajar mereka mendapatkan IPK 4,00. Mereka berusaha dengan gigih dan penuh perjuangan.
C         : Ah…, kalian ini. Berdebat masalah yang tidak-tidak aja, nilai dan ilmu adalah dua hal yang tidak boleh didahulukan. Nilai adalah hasil kerja keras yang harus kita banggakan, sedangkan ilmu adalah hal yang harus kita syukuri agar menjadi berkah. Sehingga nilai dan ilmu adalah sama-sama penting dalam menunjang karir atau masa depan yang kita harapkan. Jangan sampai nilai tinggi tapi menjadi serjana pengangguran, begitu juga dengan ilmu, jangan sampai kita memandang ilmu adalah hal yang utama sehingga kuliah jadi terbengkalai, sehingga menjadi mahasiswa yang abadi, dan tidak memiliki masa depan yang cerah. Indonesia saat ini membutuhkan orang-orang yang cerdas, berakhlaq serta memiliki semangat yang tinggi untuk memperjuang bangsa. Salah satu caranya adalah membuktikan bahwa kita bisa mendapatkan nilai yang tinggi dengan ilmu yang kita miliki. Oleh karena itu, mari kita mendapatkan nilai yang tinggi dan ilmu yang bermanfaat.
B          : Ah…, ente ini sok bijaksana. Bagi saya, ilmu adalah segalanya. Tanpa komfromi lagi. Okey.
A         : Endak usah kuliah aja bro, kan ente bisa cari ilmu diluar…?
B          : Terdiam sejenak, saat mau berkelit lagi…, kedua temennya meninggalkan dia tanpa permisi.

Kesimpulannya adalah kuliah bukan saja untuk mendapatkan ilmu namun membutuhkan dukungan nilai sebagai bentuk aplikasi dari ilmu yang kita dapatkan. Jangan sampai kuliah menjadi terbengkalai dengan hasrat untuk mendapatkan ilmu yang tinggi. 


Read more

5 Tipe Mahasiswa




Sumber Gambar; citizenimages.kompas.com



Mahasiswa adalah salah satu pengawal dan pengontrol perubahan yang terjadi, baik itu sebagai pendobrak kebijakan yang tidak sesuai atau tidak pro-rakyat, bahkan sebagai garda depan dalam menyuarakan aspirasi rakyat. namun tipe mahasiswa seperti apakah anda? Ini adalah pertanyaan yang sederhana, namun bisa menjadi salah satu untuk introspek diri, kalo dalam bahasa pergerakan adalah ‘analisis diri’. Berdasarkan pengalaman saya pribadi sebagai seorang mahasiswa, saya mencoba membagi mahasiswa menjadi lima (5) tipe. Namun yang perlu diketahui bahwa hal ini mungkin tidak sesuai dengan paradigma anda, bahkan jauh dari bayangan anda sendiri. Sehingga…, saya tekankan lagi bahwa inilah gambaran saya pribadi tentang mahasiswa pada zaman saat ini. Kelima tipe tersebut adalah;

Mahasiswa tipe 1   : Mahasiswa yang dikatakan oleh banyak mahasiswa bahwa dia adalah seorang mahasiswa yang cerdas, selain akademisnya luar biasa, tipe ini juga tak pernah luput dari buku. Bahkan didalam berorganisasi, sangat diakui sebagai seorang mahasiswa yang memiliki kecakapan berkomunikasi. Wisuda tidak menjadi masalah, yang penting sesuai dengan standar, minimal 8 atau 9 semester, tipe ini biasanya disukai oleh pihak akademik. Karena selain nilainya bagus, juga komunikasinya luas.

Mahasiswa tipe 2   : Mahasiswa yang dikatakan oleh banyak mahasiswa bahwa dia adalah seorang mahasiswa yang cerdas, suka baca buku, namun tidak terlau suka berorganisasi. Sehingga tujuan utamanya adalah wisuda dengan cepat dengan IPK yang luar biasa, agar bisa dengan cepat menggapai masa depan yang lebih baik, alias sesegera mungkin bisa mendapatkan pekerjaan. Tipe ini biasanya juga disukai oleh pihak akademik.

Mahasiswa tipe 3   : Mahasiswa yang dikatakan oleh sebagian mahasiswa bahwa dia adalah seorang mahasiswa yang tidak terlalu cerdas, tidak terlalu suka baca buku alias membaca buku merupakan bukan kebutuhan mendasar, namun pengalaman dalam berorganisasi adalah hal utama. Sehingga dalam beroragnisasi menjadi salah satu mahasiswa yang diperhitungkan, tidak dianggap remeh oleh temen-temen organisasi lainnya. biasanya tipe mahasiswa yang ketiga inilah yang sering menjadi garda depan dalam berorasi (demo). Terkadang sebagian tipe ini, nilai akademiknya bagus, namun, ada juga yang dibawah standar.

Mahasiswa tipe 4   : Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang peduli akan nilai akademik dan peduli akan organisasi. Namun  kepeduliaanya tersebut tidak dijadikan sebagai motivasi dalam belajar atau jarang membaca buku. Semua hal tersebut dilakukannya sesuai dengan apa adanya (sesuai kemampuan). Tipe ini biasanya selalu iri akan temennya, misalnya; iri terhadap nilai temennya yang tinggi, iri melihat temennya pandai berkomunikasi dalam berorganisasi maupaun secara akademik. Dalam bahasa sederhananya adalah ‘tobat sambel’, sebentar panas, sebentar redup.

Mahasiswa tipe 5   : Mahasiswa tipe ini adalah tipe mahasiswa yang ikut-ikutan kulian dan berorganisasi. Lebih kepada nilai hiburan dan tipe ini tidak suka membaca buku, membaca buku membuatnya menjadi pusing karena tidak mampu memahami isi dari buku tersebut. tipe ini juga tidak terlalu peduli dengan kuliah maupun berorganisasi, yang dipedulikannya adalah kepuasaanya akan apa yang dia lakukan, misalnya hiburan, pacaran, hura-hura, dan lain sebagainya.

Tipe yang kelima ini, bisa kita analogikan seperti anak SD; ketika anak SD berangkat sekolah, mahasiswa juga berangkat kuliah. Ketika anak SD pulang kerumah setelah selesai sekolah, mahasiswa juga pulang kekosnya. Ketika anak SD pergi bermain seletelah mengganti baju sekolahnya, mahasiswa juga pergi hura-hura tanpa mengganti bajunya.

Dari kelima tipe ini, tipe manakah anda sebagai seorang mahasiswa? Semoga saja yang membaca tulisan ini, khususnya yang masih menjadi mahasiswa terdapat pada tipe 1 dan 2.


Read more
 

Popular Posts

Data Pengunjung

Putra NTB Menulis (BATUJAI)

Total Tayangan Halaman